Blog Wisata | Plesiran

Sebuah Review Wisata Nusantara

Menelusiri Jejak Wisata Kota Isfahan di Iran



“Belum ke Iran kalau belum ke Isfahan”. Begitu kata – kata yang terlontar dari mulut para wisatawan. Agaknya memang benar, karena kota ini menyimpan warna – warni budaya dan kaya akan sejarah. Dari masjid jami’, jembatan klasik, istana kerajaan sampai gerja kuno yang megah.

Isfahan atau sering disebut Esfahan, terletak di Wilayah Tengah Iran, sekitar 440 km sebelah selatan kota Teheran. Untuk berkunjung ke sana biasanya para turis Teheran menempuh melalaui perjalanan darat, dan bisa ditempuh selama 5-6 jam dengan bus atau kereta. Namun, bila menggunakan pesawat perjalanan bisa ditempuh sekitar 30 menit.

Begitu memasuki kota ini, anda dibuat kagum dengan suasana yang ada diskitarnya yaitu pepohonan yang berjajar di kiri dan kanan yang menyuguhkan udara sejuk. Apalagi, di area jalan Caharbag pohon tampak rindang dan tua.

Kecantikan Meydan Emam

Disekitar Meydan Emam ini, ada beberapa tempat yang sayang kalau dilewatkan, yaitu Masjid Emam, Masjit Lotfullah, dan Istana Ali Qapu. Ketiga jenis tempat ini akan membawa anda kepada keindahan seni arsitektur Persia yang fantastis. Semua orang yang melihat situs ini pasti dibuat decak kagum olehnya.

Jembatan Siosepol
Jembatan Siosepol adalah jembatan tua yang dibangun sekitar abat ke – 17 dan memiliki 33 balkon yang menghadap sungai. Itulah dinamakan Siosepol, yang artinya jembatan 33. Jembatan ini membelah Zayandeh, sungai besar yang melewati kota Isfahan. Kalau pas kebetulan air mengalir disungai ini, maka akan menyuguhkan pemandangan yang  lebih cantik.       

Menikmti panorama di sektar jembatan Siosepol akan terasa lebih lengkap kalau sambil menikmati teh dan beberapa cemilan di kedai yang terletak di bawah jembatan tersebut. Disni pengunjung beramai – ramai menikmati panorama sambil menikmati obrolan bersama sanak saudara.


Gereja Vank 
Jangan salah lho, di Iran komunitas kristiani juga banyak dan hidup berdampingan dengan pemeluk agama mayoritas kota setempat. Komunitas ini kebanyakan keturunan bangsa Armenia yang sudah turun menurun tinggal dan menetap di wilayah Iran.

Mereka juga mempunyai tempat ibadah yang sungguh sangat menarik yaitu “Gereja Vank”. Mungkin, dari kejauhan tampak biasa – biasa saja akan tetapi ketika anda menelusuri lebih dalam dan masuk ke gereja itu, anda akan dimanjakan dan dikejutkan dengan keindahan dekorasi yang penuh dengan warna – warni.
     

Tips Tepat Memilih Agen Tour dan Travel




Berwisata bertujuan untuk menghilangkan kebosanan, merefresh pikiran, menentramkan jiwa dan membangkitkan kembali gairah. Akan tetapi, Banyak para wisatawan yang tadinya ingin berwisata menikmati perjalanan justru mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Hal ini, disebabkan kurangnya pelayanan yang baik dari agen yang bersangkutan.

Nah, belajar dari kejadian ini agar anda merasakan kenyamanan dan tidak dipusingkan dengan masalah – masalah teknis, yang menghambat berwisata dan berlibur anda, maka anda harus meminta bantuan biro perjalanan agar tidak salah di dalam memilih agen tour atau travel.

Agen tour atau travel biasanya sudah memiliki daftar tempat wisata yang menarik. Selain obyek wisata, biro juga akan mengurus segala macam keperluan anda. Dimulai daritransportasi, istirahat, tempat makan dan kebutuhan – kebutuhan yang lain.

Nah, untuk itu, agar tidak kecewa, sebelum memilih paket tour perlu memperhatikan kredibilitas agen travel. Pilihlah yang mempunyai pengalaman dan sudah makan garam dalam bidangnya. Sebab, sekarang menjamur banyak agen travel dan ramai – ramai menjual paket wisata.

Pastikan biro perjalanan yang anda percayai mempunyai izin lengkp, seperti dokumen akta pendirian, NPWP, dan mempuyai izin dinas terkait, ada TDUP (Tanda Daftar Usaha Perusahaan), dan berkantor alamat jelas.

Setelah itu, pastikan armada yang akan benar – benar  dipakai adalah bus pariwisata. Buatlah perjanjian kerja secara jelas dengan kepastian hokum yang ada. Kemudian beri uang muka 20 % sebagai uang awal perjanjian dan akan dilunasi 1 minggu sebelum berwisata.

Dengan tepat memilih biro perjalanan dan paket wisata yang tepat, setidaknya anda bisa mendapatkan kenyamanan dan kesenangan di dalam berwisata mengisi hari libur anda.    
  

Inilah Lokasi Diving di Pulau - Pulau Bali


Selama ini, Pulau Bali terkenal dengan keindahan pantainya yang menakjubkan, dengan memiliki pasir berwarna keemasan dan lautnya yang jernih berwarna kehijauan. Namun, tahukan Anda bahwa destinasi wisata nomor satu di Indonesia ini juga memiliki keindahan lain yang tak kalah cantiknya. Uniknya lagi, keindahan tersebut berada di bawah laut yang belum terjamah oleh siapapun.

Dalam kurun waktu beberapa waktu belakangan ini, Pulau Bali menjelma menjadi salah satu surga bagi kalangan penggemar olahraga menyelam (diving). Kebanyakan Divers (penyelam) terpesona akan pepaduan antara suasana misterius rongsokan kapal tenggelam, dengan terumbu karang dan air yang jernih. Nah, untuk Anda yang berniat memgikuti jejak para Divers dari seluruh dunia yang pernah menikmati keindahan alam bawah air yang ada di pulau dewa ini, berikut lima spot diving terbaik yang ada di Pulau Bali.

Candi Dasa
Candi Dasa adalah sebuah tempat peristirahatan atau resor yang terletak di Kbupaten Karangasem Bali. Daerah ini jaraknya kurang lebih 90 km di sebelah timur laut Denpasar. Candi Dasa terletak di Teluk Amuk yang merupakan salah satu tempat terkenal untuk menyelam. Pulau-pulau kecil di Teluk Amuk (Gili Tepekong, Gili Biaha, Gili Mimpang) menawarkan pengalaman menyelam yang menakjubkan. Namun, para pemandu penyelaman di sana harus memperingatkan para penyelam yang dipandunya untuk sangat berhati-hati karena arus tempat penyelaman yang sangat kuat dan seringkali tak bisa diperkirakan kehadirannya.

Beraneka macam karang lunak dan kipas laut yang berwarna warni akan menghibur hati. Demikian pula ikan kelelawar (batfish) berukuran besar dan ikan cupak berwarna keemasan. Gili Mimpang adalah tempat untuk melihat hiu karang tetapi jika kamu ingin bermain dengan rombongan ikan ekor kuning dalam jumlah besar maka Gili Biaha yang harus dituju.

Pulau Menjangan
Pulau Menjangan merupakan pulau kecil yang tak berpenghuni dan masih menjadi bagian dari pulau Bali yang terletak di 5 mil barat laut pulau Bali dan merupakan salah satu anggota Pulau Karimunjawa dan merupakan bagian dari Taman Nasional Bali Barat. Menjangan dalam bahasa Bali berarti “kijang”. Pulau kecil berpasir putih ini diberikan nama menjangan dikarena di pulau kecil ini hidup sekelompok menjangan/kijang yang hidup secara liar di pulau ini.

Pulau yang kecil ini dikelilingi koral besar dan kecil yang merupakan habitat penyu, belut laut, ikan kakap dan ikan kelelawar. Menariknya, koral-koral tersebut berada cukup dekat dari garis pantai sehingga dapat dijelajahi dengan hanya ber-snorkeling. Para penyelam dalam mengeksplor lebih dalam untuk melihat terumbu karang dan kipas laut berukuran raksasa.

Nusa Penida
Berada dekat Selat Lombok, pulau ini menawarkan surga bagi para penyelam profesional yang ingin melihat ikan mola-mola dan manta. Ada beberapa tempat menyelam yang terkenal, diantaranya Toyapakeh yang berair jernih dan memiliki hamparan koral yang cantik serta Crystal Bay dengan anemone dan beragam karang lunak.

Malibu Point juga terkenal sebagai tempat untuk melihat manta berukuran besar dan ikan mola-mola utamanya pada bulan Juli hingga September. Pulau Nusa Lembongan yang letaknya berdekatan juga memiliki beberapa situs selam menarik.

Pemuteran
Pantai Pemuteran terletak sekitar 50 Km barat kota Singaraja, atau sekitar 30 Km dari Pelabuhan Gilimanuk. Berada di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, kabupaten Buleleng. Dapat ditempuh sekitar 3 – 4 jam perjalanan dari Kuta.

Pemuteran adalah sebuah desa yang masih alami, dan jika anda mencari tempat berlibur yang tenang dengan pemandangan alam yang indah, cobalah menginap di kawasan wisata Pemuteran ini. Disini anda bisa melihat matahari terbit sekaligus terbenam dibalik gunung Semeru Jawa Timur.

Desa Pemuteran terletak di bawah perbukitan dengan hutan yang menghijau dan diutara berupa hamparan laut yang sangat luas dengan pantai pasir hitamnya. Pantainya memiliki garis pantai sepanjang 6 km, di sebuah teluk yang sangat indah. Kehidupan disini sangat tenang karena sebagaian besar penduduk sebagai petani dan nelayan, rutinitas yang sudah berlansung sejak lama dan memang dilestarikan.

Jika anda ingin belajar diving atau menyelam, cobalah mulai dari sini. Pantai Pemuteran memiliki ombak yang tenang, dengan koleksi terumbu karang yang cukup lengkap sekitar 80% jenis terumbu karang di Indonesia dapat anda temukan disini. Itu sebabnya kawasan terumbu karang disini pernah mendapatkan penghargaan pada tahun 2003 dari organisasi SKAL karena keindahan dan kelengkapan terumbu karangnya.

Pesona Air Terjun Dua Warna di Medan


 Siapa yang tak suka melihat pemandangan yang dapat menenangkan pikiran dan menyejukkan hati? Kedua pemandangan di atas dapat anda saksikan di Air Terjun Dua Warna. Seperti namanya, Air Terjun Dua Warna memang memiliki dua warna air, yaitu hijau dan biru. Air Terjun Dua Warna terletak di tengah hutan di kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Dapat ditempuh kira-kira 3 jam dari kota Medan. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 75 meter, dan berada di ketinggian 1475 meter dari permukaan laut. Letak air terjun ini terpisah oleh beberapa batuan yang berada di sekitarnya. Satu berwarna biru cerah dan berhawa dingin, satu lagi berwarna hijau dengan hawa hangat. Asal usul dari Air Terjun Dua Warna ini belum dapat diketahui secara pasti.

Air yang berwarna biru dan hijau tersebut tidak menimbulkan bau, namun disarankan agar jangan diminum langsung, kecuali sudah dimasak terlebih dahulu. Pemandangan di sekitar air terjun juga tak kalah menariknya, tedapat batu-batu hijau yang diselimuti lumut – lumut cantik, dan beberapa air terjun kecil. Lokasi air terjun dapat dibilang masih alami, belum banyak polusi, karena letaknya cukup jauh dari pemukiman warga. Oleh karenannya, pemandangan di air terjun tersebut cocok bagi anda yang ingin melepas penat sejenak dari pekerjaan anda sehari-hari. Air terjun ini juga sering dikunjungi oleh para pecinta alam yang berasal dari luar kota.

Perjalanan menuju Air Terjun Dua Warna harus dilalui dengan jalan kaki memasuki kawasan hutan Sibayak, yang terletak di kawasan gunung sibayak. Sepanjang perjalanan, anda akan menemukan jenis tumbuhan dan hewan khas dari Gunung Sibayak, dan pemandangan hijaunya pepohonan yang tampak indah dan segar. Perjalanan ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari, agar dapat sampai pada lokasi di siang hari. 
Setelah sampai di lokasi,wow, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan Air Terjun Dua Warna, kita pun dibuat terkagum – kagum akan keindahanya, apalagi ditambah bebatuan-batuan besar dan berlumut ikut menjadi panorama yang menghiasi lokasi ini. 

Nah, disini anda juga dapat berenang atau mandi di sana, namun hati-hati saat hendak berjalan di sungai, karena kondisi batu yang berlumut. Eeits…inget, jangan lama-lama, jika anda sudah puas melihat panorama yang ada, dan bahkan sudah berenang atau mandi di sana, maka cepat-cepatlah bergegas pulang sebelum hari gelap. Karena jika hari gelap, trek atau lintasan yang dilalui sulit untuk dilihat kembali.

Cara menuju lokasi : dari terminal Pinang Baris Medan, anda dapat naik bus antar kota antar daerah (AKAD) menuju terminal Sibolangit, dari terminal naik bus menuju areal perkemahan pramuka di Sibolangit. Kemudian memulai perjalanan menjelajahi hutan, dan menyeberangi sungai. Biaya angkot kira-kira Rp. 40.000 sekali jalan.


Wisata Malang: Destinasi Kesejukan Air Terjun Sumber Pitu yang Terabaikan


Kabupaten Malang tidak henti – hentinya menawarkan pesona wisata. Kota berhawa sejuk ini menyimpan banyak potensi wisata bernuansa alam yang belum terjamah oleh banyak orang. Nah, Salah satu wisata yang dimaksud adalah “Air Terjun Sumber Pitu”. Obyek wisata ini belum banyak dikenal oleh masyarakat sehingga suasananya masih alami.


Air terjun Sumber Pitu terletak di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Desa ini terletak di wilayah paling selatan Kecamatan Tumpang dan berbatasan dengan Taman Nasional Bromo Tengger  Semeru. Coban yang berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Malang ini merupakan salah satu sumber mata air terbesar di desa Duwet Krajan.



Pemandangan alam sumber pitu cantik, alami dan sejuk sangat potensial dikembangkan menjadi lokasi wisata alam. Untuk mencapai air terjun Sumberpitu, bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Bila dengan kendaraan umum, dari pasar Tumpang naik angkot jurusan ke Gubugklakah dan kemudian turun di pertigaan balaidesa Wringinanom. Di sini telah terpampang sebuah spanduk dan foto air terjun Sumberpitu tersebut. Dari pertigaan Desa Wringinanom ini air terjun Sumberpitu masih sekitar 3 km lagi. Dari sini, Anda berbelok ke kiri dan akan memasuki ke Desa Duwetkrajan.

Setelah sampai di Balai Desa Duwetkrajan, Anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Lokasi air terjun Sumberpitu sendiri masih sekitar 2 km di sebelah utara Desa Duwetkrajan. Bagi yang mempunyai hobby tracking, mungkin air terjun Sumberpitu ini sangat cocok untuk dicoba. Jalur yang akan dilalui keadaannya berupa jalan dari tanah liat dan sangat sempit, sehingga tidak dapat dilewati kendaraan bermotor. Selain itu jalannya berliku-liku, menantang dan terjal. Jalan ini sering dilalui oleh pendaki dan para tracker.

Rute menuju Sumber Pitu juga cocok dilewati dengan kendaraan bermotor jenis trail. Sebab, banyak sekali kelokan, medannya juga cukup sulit, naik turun cukup curam.  Selama perjalanan, Anda akan disuguhi pemandangan yang eksotik dan luar biasa indahnya. Antara lain pemandangan perbukitan yang banyak ditanami apel milik warga, lahan sayur-sayuran, tebing dan bebatuan yang sangat memukau. Hawa yang segar dan sejuk membuat kita tidak terasa dalam menempuh perjalanan untuk menuju lokasi Sumberpitu.


Anda juga akan melewati sungai yang jernih dengan beberapa air terjun kecil di sepanjang perjalanan.
Sayangnya tempat wisata ini belum dikelola secara maksimal karena jauhnya lokasi dan minimnya promosi. Rencananya sumber air dari Sumberpitu ini akan dimanfaatkan oleh PDAM Kabupaten dan Kota Malang untuk disalurkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Malang dan Kota Malang. Bahkan akses jalan menuju Sumberpitu juga akan dibangun sebagai penunjang tempat wisata ini.


Pagoda yang Menggoda di Sumatera Utara

Bila Anda berkunjung ke Medan, disarankan jangan berhenti sampai di kota itu saja ya, sebab Anda masih bisa menelusuri jejak - jejak daerah-daerah lain di luar Medan yang menawarkan beragam atraksi wisata yang luar biasa dan tak kalah menariknya. Diantaranya anda bias menemukan di Tanah Karo.

Terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, terdapat sebuah atraksi wisata yang membuat Anda tidak merasa di Indonesia. Destinasi wisata ini adalah Taman Alam Lumbini. Letaknya 50 km dari Medan, memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan berkendara, sangat dekat dengan tujuan wisata lainnya, yaitu  Berastagi.

Untuk masuk ke kawasan Taman Alam Lumbini, anda tidak akan dipungut biaya untuk tiket masuk sepeser pun alias gratis tis. Bagi setiap pengunjung yang memasuki ke lokasi Taman Alam Lumbini hanya mengisi buku tamu yang terdapat di depan gerbang masuk. Namun tenang saja, karena objek tujuan wisata ini dikelola dengan manajemen profesional. Objek wisata ini sudah memperlengkap diri dengan fasilitas penunjang yang akan menyamankan dan memanjakan para pengunjung yang datang untuk berwisata ke tempat ini.

Taman Alam Lumbini seluas 3 hektar ini memiliki beberapa keistimewaan yang menarik para wisatawan untuk berkunjung. Yang paling menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang ke Taman Alam Lumbini adalah keberadaan Replika Pagoda Shwedagon yang berada di Myanmar.  Pagoda yang terdapat di Taman Alam Lumbini ini merupakan replika tertinggi kedua yang berada di luar Myanmar, dan merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda ini telah dibuka untuk umum sejak 2010.

Untuk menuju ke Pagoda ini, Anda akan melewati sebuah jembatan gantung sebagai alat penyebarangan yang dipadukan dengan puluhan lentera yang bergelantungan. Jembatan gantung sepanjang 20 meter ini dikenal dengan nama Titi Lumbini. Di bawahnya terdapat taman yang super indah yang ditata dengan apik dan cantik, sebagai harmonisasi dari suasana hutan alam di sekelilingnya yang tampak demikian indah. Ditambah dengan udara yang sejuk dena alami turut mengiringi jalan-jalan anda menuju Pagoda yang pastinya sudah Anda nanti-nantikan. 

Sesampainya di area Pagoda, Anda seolah disambut oleh kemegahan Replika Pagoda Shwedagon yang bercat emas dengan arsitektur yang begitu indah. Relief-relief  menarik dan patung-patung Buddha turut melengkapi dan menghiasi bangunan utama Pagoda ini. Di sebelah kiri bangunan utama Pagoda, terdapat sebuah menara yang memiliki puncak berbentuk bekisar. Di bawahnya terdapat hiasan sulur berupa gelang-gelang emas sepanjang 1,5 meter. Di puncak Pagoda, terdapat puluhan lonceng sebagai penghias yang akan berdentang jika tertiup angin.

Di sekitar pagoda terdapat banyak sekali kebun strowberry dan sayuran yang tumbuh dengan subur. ornamen yang khas dan warnanya yang keemasan, bangunan pagoda ini terlihat begitu indah dan sangat megah. Tapi untuk menikmati indahnya pagoda dari luar dan dalam bangunan, semua orang boleh masuk. Sebelum masuk kita harus melepas alas kaki dan meletakkannya di rak yang telah disediakan disamping pintu masuk. Di samping bangunan pagoda juga terdapat taman dengan bunga-bunga yang bermekaran dan patung-patung yang menambah indahnya pagoda di Taman Alam Lumbini ini.


Pesoana "Pulau Moyo" Sumbawa



Kekayaan alam yang beraneka ragam membuat wilayah diseputar Indonesia menimbulkan kesan eksotisme tersendiri bagi para pengunjung yang menghabiskan berliburnya di wilayah – wilayah menarik yang berada di wilayah sekitar Indonesia tersebut. Sebut saja misalkan dengan wisata berkunjung ke Pulau yang berada di seputar Indonesia. Nah, sahabat wisatawan mari kita berkenalan menelusuri jejak salah satu pulau yang ada di Indonesa, yaitu “Pulau Moyo”.



Bagi para wisatawan di Indonesia Pulau Moyo barangkali masih jarang terdengar asing, namun tidak begitu halnya bagi para turis mancanegara. Tercatat beberapa selebriti kondang sudah pernah menginjakkan kakinya ke Pulau Moyo, seperti Mick Jagger, mendiang Putri Diana, serta mantan kiper Manchester United, Edwin van der Sar.

Pulau Moyo yang terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menjadi pilihan wisata beberapa orang dikarenakan tempat ini merupakan kawasan yang sunyi namun menyimpan keindahan yang menyejukkan. Suasana yang sunyi sepi di balut keindahan pesona alam sekitarnya menghadirkan kedamaian jiwa dan kepuasan tersendiri.


Salah satu objek yang sangat menarik di Moyo adalah air terjun Mata Jitu yang konon pernah menjadi tempat untuk mandi Lady Di. Wow, mantap kan?, oleh karenanya titik ini juga sering disebut dengan air terjun Lady Di. Aliran air di tempat ini sangat tenang berwarna hijau kebiruan. Bebatuan dan daun yang jatuh ke dasar sungai sangat jelas terlihat karena permukaan air yang jernih, luar biasa mengagumkan.

Selain eksotisme alamnya, Pulau Moyo juga menjadi rumah bagi aneka fauna seperti rusa timor, banteng, babi hutan, sapi liar dan lain-lain. Tidak hanya itu, sejumlah burung langka yang dilindungi seperti kakatua jambul kuning, burung gosong, koakiau tandung, beo sumbawa, punglor dan ayam hutan. Total ada 86 jenis burung dan 21 jenis kelelawar yang bermukim di alam bebas Moyo. Tak heran jika pemerintah menetapkan sejumlah wilayah pulau ini sebagai kawasan Taman Wisata Alam Laut seluas 6.000 hektar dan Taman Buru seluas 22.250 hektar.

Hmm, memang benar adanya kalau Indonesia di sebut surga dunia, keindahan alam banyak memikat rasa penasaran para pengunjung, dengan pesona alamnya yang mampu menyihir para wisatawan baik lokal maupun Manca Negara termasuk pesona Pulau Moyo. Nah, biar anda tidak penasaran, silahkan langsung saja untuk mengisi waktu berlibur menjajal ke Pulau Moyo di jamin terkagum – kagum dan tak bisa berkata apa – apa melihat alam sekitarnya.  

Jika Anda ingin berlibur ke destinasi ini, Pulau Moyo dapat ditempuh dari Mataram, Lombok dengan menyeberangi Sumbawa melalui Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano Setelah itu, Anda harus melintasi jalur darat menuju Kabupaten Sumbawa. Total waktu perjalanan sekitar 6 jam. Dari Sumbawa perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang ke Pulau Moyo. Anda bisa menggunakan penyeberangan rakyat yang tersedia setiap hari. Kapal rakyat dari Moyo tiba ke Pelabuhan Muara Kali di Sumbawa sekitar pukul 9 pagi dan berangkat lagi ke Moyo pada pukul 11. 30 siang.  Tarif kapal ini mulai Rp. 20 ribu hingga Rp. 25 ribu per orang dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Anda harus menginap minimal semalam di Moyo karena kapal yang sama baru akan berlayar lagi keesokan harinya.